Warga negara memiliki kedudukan yang sederajat dengan negara. Dalam negara demokratis, kedudukan dan perlakuan yang sama warga negara merupakan ciri utama demokrasi menganut sistem persamaan kedudukan manusia.
Di Indonesia persamaan kedudukan warga negara tersebut dinyatakan dalam Pasal 27 Ayat (1) UUD 1945 yang berbunyi, “Segala warga negara bersamaan kedudukannya di dalam hukum dan pemerintahan itu dengan tidak ada kecualinya.”
1. Persamaan Kedudukan Warga Negara di Bidang Hukum dan Pemerintahan
Persamaan di depan hukum (equality before law) mengharuskan setiap warga negara diperlakukan adil dan sama, tanpa pandang bulu oleh negara. Prinsip persamaan di depan hukum tertuang dalam peraturan:
a. UU no. 8 Tahun 1981 tentang KUHAP
b. UU no. 2 Tahun 1986 tentang Peradilan Umum
c. UU no. 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia
d. UU no. 4 Tahun 2004 tentang Kekuasaan Kehakiman
Penerapan prinsip di depan hukum adalah:
a. Setiap orang dianggap tidak bersalah sebelum ada keputusan mutlak dari pengadilan (asas praduga tidak bersalah)
b. Setiap orang yang menjadi terdakwa berhak mendapatkan bantuan hukum
c. Pengadilan tidak boleh membeda-bedakan orang
Persamaan warga negara di bidang pemerintahan adalah setiap warga negara memperoleh perlakuan yang sama dari pemerintah. Penerapan prinsip persamaan dalam bidang pemerintahan adalah pendaftaran PNS dibuka untuk umum, pemberian pelayanan kesehatan yang sama, dan subsidi pendidikan kepada semua anak SD dan SMP
0 komentar:
Posting Komentar